Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

Kisah Pagi yg Tak Terkenang

Matahari sudah melangkah tinggi diatas awan. Ramai jalanan dipenuhi kendaraan hingga macet berdesakan. Debu kendaraan cukup menyesakan orang – orang dijalanan. Anak sekolah sudah mulai kelelahan memikirkan jawaban soal matematika. Tukang kurir sudah mengirimkan beberapa barang ketujuannya dan beberapa orang tua sudah mulai berdatangan ke masjid untuk sholat dzuhur. Adzan pun berkumandang tepat pada waktunya. Karena dekatnya tempatku bertinggal dengan masjid ini membuat jendela rumahku sampai bergetar. Saat itulah aku baru terbangun. “hoamzz” sambil meluruskan tangan dan kakiku Sudah beberapa hari aku selalu terbangun seperti ini. Jadwal untuk hari ini sama seperti hari hari sebelumnya. Semua jadwalku terpampang di kalender kertas yang ku gantung di pintu kamar ini. Siapapun bisa langsung melihatnya dengan jelas bahwa kolom besar dibawah tanggal – tanggak itu benar – benar kosong tanpa satu huruf pun. Tidak dapat disangkal memang aku tidak ada jadwal apapun karena sedang dalam ma...

Membawa mu Kembali Chapter 2

Teringat lagi ucapan randi kemarin. Pagi ini aku terbangun dengan mimpi yg tidak akan kulupakan. Mungkin inikah yang dinamakan dengan sakit hati. Tidak ada yang terluka dan tidak pula ada yang aneh dengan tubuhku namun dadaku sesak sekali. Sebenarnya aku memang tidak sepenuhnya jujur dengan perkataanku kemarin. Tapi bagaimanapun juga ia adalah temanku sejak lama. Kebahagiannya adalah kebahagiaanku juga. Meskipun hati ini tidak dapat menerima seluruhnya namun janji telah terucap. Seseorang telah percaya akan itu dan tugasku sekarang hanyalah menepatinya. Cepat atau lambat, mau atau tak mau dan suka atau tak suka lelaki sejati harus menepatinya. Tapi apakah aku mampu… Menepatinya… Sudahlah   jika ku terlalu memikirkannya maka taka da satupun dari hal lain yang dapat kukerjakakan. Waktu terus berjalan, hari akan terlewat dan janji akan tertagih dan lina pun akan menghilang. *getar hp “eh masih dirumah?” “eh iya” “cepet dah mau masuk masih aja dirumah” “hah, iya deh” ...

Membawamu Kembali chapter 1

Matahari masih di atas memperlihatkan langit yang cerah, secerah masa depanku yang sedang ku bangun sekarang. Bangku ini adalah bangku yang paling kusukai karena terbebas dari keramaian sekolah. Berada di bagian belakang sekolah dekat dengan persawahan dan bersampingan dengan pohon rindang, disinilah tempatku dapat menyenangkan diriku disaat penat. Menatap ke ujung persawahan yang masih hijau adalah kesukaanku. Awan putih nan lembut menambah hiasan warna biru dari langit. Senyum dan senyum yang selalu terselip olehku. Sendiri sudah kebiasaanku namun bertemanpun aku mau. Kami makan, belajar dan tertawa bersama. Hanya saja dari banyaknya siswa di sma ini hanya ada dua orang yang mengetahuinya. Lina dan randi adalah teman semenjak kelas satu smp. Kami bertiga tidak berpisah meski terkikis oleh waktu bahkan waktulah yang membuat kami saling makin dekat. Tapi siang ini aku sedang sendiri hanya bertemankan musik yang tersambung dengan headset ke telingaku. Sedikit bersandar dan menut...

Folk tale of Indramayu

Babad dermayu this story actually was made by me. not really the folk story of indramayu. i just inspired to make this Once upon the time, there was a great empire of pasundan. This empire are so tough and the king said that he want to have much area. After some sunda's area has conquered the king command to go north follow the way of cimanuk river. After a long time and he arrived in a little village. This village are force to be obey the king of pasundan and they denied. The king get angry and told the Commander to attack the village. But when they start to attack there was a shadow from the forest start to kill the soldier. One by one the soldier died before reach the village. The Commander wonder what was that. Then the shadow of and they were recognise it is human with a long hair. The first attack was failed so the soldier back to pasundan. The second attack was do in middle of afternoon. That man help the village again. Then the Commander told the soldier to kill...

Acquainted With The Night by Robert Frost Analysis Part 5

Acquaintace With The Night Analysis part 5 In this analaysis i will expalin about the denotation and connotation within the poem. First i will paraphrase the poem with each to each stanza. Stanza 1 I have been one acquainted with the night I have walked out in rain – and back in rain. I have outwalked the furthest city light. In that stanza the poem says that he has know the night or friend with the night by walk either rain and not. he use words furthest city lights which mean He has visited the outest city. Stanza 2 I have looked down the sadddest city lane. I have passed by the watchman on his beat And dropped my eyes, unnwilling to explain. This stanza give the additional explanation from the first stanza. He says that he has visit Stanza 3 I have stood still and stopped the sound of feet When far away an interrupted cry Came oveer houses from another street, That word said that he has stopped his walk to hear deeper a cry from another street. St...

Analysis of Characteristic System of Doctor Tarr and Professor Fether by Edgar Allan Poe in that Era Part 2

I.                    Analysis A.     Summary A young man is traveling through France with a companion. They pass near a well-known "Mad House" and decide to visit. His companion introduces him to the superintendent, Monsieur Maillard, then leaves. The superintendent informs the young man that the hospital has given up the system of management it was famous for. Previously, patients were allowed complete freedom. The practice had finally proved too dangerous and Maillard promises to show the young man the alternative system he installed after dinner. He escorts the young man to a banquet table crowded with guests and laden with food. To the visitor, the dinner guests seem rather mad as they take turns describing and then demonstrating the delusions of patients. But Maillard assures him that the lunatics are locked up; the guests are keepers. Maillard says the new system wa...

Analysis of Characteristic System of Doctor Tarr and Professor Fether by Edgar Allan Poe in that Era Part 1

I.                    INTRODUCTION A.     Preface Thank God all praise belongs to Allah SWT. Which has deliciously healthy and have the grace and blessing that i could finish the paper with the title "Analysis of Characteristic System of Doctor Tarr and Professor Fether by Edgar Allan Poe in that Era”. I would like to thank all my friends and my lecturer who have helped resolve this paper well. This paper made for the last semester exam in History of American Literature. B.      Background At the time this story was written, the care of the insane was a significant political issue in the United States. This analysis will explain about the relation between this work and the historical background which happen in the time this work made. This work tells about a man who came to an asylum. But it’s different with the others, because this asylum ...

Detik Terbaik

Nama Karya : Detik Terbaik Dibuat oleh : Ali Rafsanjani Jenis : Cerita pendek   (28 november 2016, Jakarta) Seorang pria pegawai swasta yang baru saja di phk dari kantornya pulang kerumah. Meskipun dia tau kalau kondisi di rumah dan di kantor sama kalang kabutnya. Hening langkah yang ia rasa sama dengan kondisi hatinya yang kosong. “tumben mas kok pulang cepet?” “kemarin pulang kemaleman salah, sekarang pulang kepagian salah mau kamu apa sih dek?” “yaa… engga gitu juga mas, kan mas biasanya pulang sore” “halah kamu itu kan gak tahu menau, toh yang kerja aku bukan kamu” “maaf mas” “makanya jangan nanya nanya mulu jadi istri” “mas kenapa sih? Baru pulang kok udah marah marah gitu?” “males mas” “terus harusnya gimana” “kok malah nanya lagi, harusnya kalo mas pulang yaa kamu bikinin kopi atau teh gitu” “lha gimana adek mau bikin kopi orang bahannya ga ada mas” “kan udah mas kasih duit” “kapan, dua bulan yang lalu? Udah abis mas” “makannya di iritin”...